Kilas Balik 1 Tahun

Kembali mengerjakan hal yang sudah lama tidak dilakukan kadangkala membuat kita lupa apa dan bagaimana kita melakukannya. Itu yang saya alami, lama tidak menulis blog, membuat saya lupa bagaimana memulai sebuah artikel. Kebiasaan menulis saya rupanya kurang kuat, sehingga memulai paragraf pertama saja rasanya sudah sulit.

Kalau saya gak salah ingat, terakhir kali saya menulis sebuah artikel untuk blog adalah Maret 2016. Rupanya saya salah ingat, ternyata terakhir kali saya ngeblog adalah Januari 2016.

Banyak yang terjadi selama saya jauh dari nulis blog. Setahun terakhir ini, bisa saya katakan adalah tahun terbaik saya selama 25 tahun. Terbaik bukan karena meninggalkan kebiasaan ngeblog, tapi ada beberapa tantangan besar yang berhasil saya lampaui. Meski mungkin gak ada yang penasaran, tapi akan tetap saya pamerkan.

Sidang

Skripsi. Cerita tiap orang tentang yang hal ini unik antara satu dan lainnya. Ada yang bosen kejar-kejaran sama dosen, ada yang justru lancar jaya hingga pakai toga. Ada yang bisa rampung dalam 3 bulan, ada yang judul saja makan revisi berkali-kali.

Enaknya kuliah di ITS, saya tidak perlu mengerjakan skripsi untuk lulus. Karena yang ada adalah Tugas Akhir. Yaa sama saja sih. Untuk lulus, saya mengambil Virtual Reality sebagai topik. Judulnya adalah:

Interaksi pada Museum Virtual Menggunakan Pengindera Tangan dengan Penyajian Stereoscopic 3D

Berhasil mencapai sidang adalah awal lompatan besar saya. Karena itu artinya pekerjaan selama berbulan-bulan terbayarkan. Malam tanpa tidur hingga shubuh tidak lagi sekedar bergadang karena terhitung sebagai upaya mencapai sidang.

Wisuda

Berbekal hasil sidang yang membuat saya lelah hati, tuntas sudah hutang saya pada orangtua yang dahulu diembankan semenjak saya maba. Toga, ijazah, dan gelar sudah dibawa pulang, meski memang terlambat jauh dari teman-teman seangkatan. Dengan wisuda, menandakan lepasnya status saya sebagai mahasiswa Jurasik yang menghuni Teknik Elektro ITS.

Kerja

Kalau saya amati, dalam tiap wisuda selama lebih dari 5 tahun terakhir, para wisudawan kerap disambut dengan sambutan: "Selamat Datang Pengangguran!". Sambutan ini seakan mengingatkan mantan mahasiswa bahwa perjuangan belum usai, lulus kuliah hanyalah gerbang masuk ke 'hutan' yang lebih liar. Ini yang terus diingatkan agar tidak terjadi masuk 'hutan' tanpa persiapan.

Libur berlimpah dari jeda pengumuman kelulusan hingga wisuda sudah saya gunakan untuk bergerilya. Berbekal sedikit skill saat kuliah sebagai Backend Developer, saya melamar di belasan startup. Kenapa startup? Selain halal, saya pasang kriteria tempat kerja yang akan lamar dengan cukup spesifik:

  1. Bukan Perusahaan Asuransi, Rokok, atau Perbankan.
  2. Tidak membawa saya pada status PNS.
  3. Lokasi Bogor atau Jakarta.
  4. Tidak lintas bidang, harus IT.

Melalui banyak situs lowongan pekerjaan, saya menemukan beberapa lowongan masuk kriteria yang saya harapkan, yang kebanyakan adalah startup. Ekosistem yang tidak kaku dan dipenuhi jiwa-jiwa muda menjadi daya tarik tersendiri hingga akhirnya hanya startup yang saya lamar.

Beberapa kali dipanggil, bolak-balik melakukan wawancara, mendapat offering dan juga diabaikan dari rekrutmen sudah saya lalui. Apakah semua itu sia-sia? Tidak. Akumulasi pengalaman wawancara itu membuat saya lebih percaya diri pada tiap wawancara selanjutnya. Ada juga saat dimana saya mendapat tes teknikal dan secara tidak langsung rupanya sangat menolong saya pada tes teknikal di rekrutmen lain.

Dan, alhamdulillah, sebelum wisuda dilangsungkan, saya sudah diterima bekerja di Tokopedia hingga saat ini.


Mau Nulis Lagi

Selama vakum menulis di blog ada banyak perubahan drastis dalam hidup saya. Namun, tentu vakum menulis di blog hampir tidak ada hubungannya dengan perubahan yang saya alami. Karena 100% alasan saya kabur dari ngeblog adalah menuruti rasa malas, penyakit manusia.

Kali ini saya mencoba kembali menuruti hasrat saya untuk menulis. Saya berpikir, bahwa ada kesempatan besar yang saya sia-siakan jika saya kabur dari menulis di blog. Kesempatan yang mungkin akan mengungkit posisi saya dalam mengejar salah satu poin dalam proposal hidup saya.

Kilas Balik 1 Tahun
Share this