Gratitude Journaling
3 min read

Gratitude Journaling

Kapan terakhir kali kamu merasa marah? Pasti masih ingat. Tapi, kapan terakhir kali kamu bersyukur? Ingat..?
Gratitude Journaling

Kapan terakhir kali kamu merasa marah? Pasti masih ingat. Tapi, kapan terakhir kali kamu bersyukur? Ingat..?

Bersyukur adalah satu hal yang seringkali kita lupakan. Padahal banyak hal positif yang terjadi sehari-hari. Bisa tidur & bangun dari tidur saja sudah wajib banget bersyukur.

Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.
- QS. Az-Zumar: 42

Kita gak akan pernah tahu kapan tidur kita yang terakhir kali. Mari bersyukur untuk hari yang telah kita mulai. Alhamdulillah...

Ada satu event menarik yang saya ikuti pekan lalu. Event ini secara khusus membahas bagaimana kita bisa terbiasa untuk lebih sering bersyukur.

Muhammad Rizky, seorang Nakama Tokopedia, Founder dari @peluk.diri, Professional Mentor di Satu Persen, membagikan apa yang ia ketahui tentang bersyukur dan bagaimana kita dapat lebih banyak bersyukur.

Kenapa Bersyukur itu Sulit

Sebelum tahu bagaimana kita bisa terbiasa untuk bersyukur, pahamilah beberapa alasan kenapa kita sulit bersyukur:

  1. Terbiasa fokus pada hal yang kita gak punya.
  2. Negativity Bias: Otak kita mudah bereaksi pada event negatif.
  3. Kebiasaan jalani hari ngalir aja.

Memang sudah fitrah bahwa manusia lebih mudah untuk fokus pada hal yang negatif hingga berkurang rasa syukurnya.

Padahal dari segi kesehatan, bersyukur itu sangat baik lho!

Kenapa Bersyukur itu Penting

Tujuannya dari bersyukur adalah untuk meningkatkan rasa bahagia dan kesehatan mental. Gratitude Boost your Happiness & Wellbeing!

Dalam sebuah peneilitan oleh Wong & Brown(2017):

  • Gratitude bikin kita menggeser perhatian kita pada emosi positif ketimbang toxic.
  • Melatih otak untuk lebih terbiasa bersyukur.
  • Dopamine release, yang biasa dikenal dengan "Hormon Bahagia"
  • Menjadi lebih self aware pada apa yang kita telah lalui

Saya pun meyakini bahwa ada pula alasan yang lebih utama, dimana Allah telah berjanji:

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
- QS. Ibrahim: 7

Hasil penelitian Wong & Brown(2017) sejalan dengan apa yang disampaikan dalam Al-Qur'an. Bersyukurlah maka Allah akan tambah nikmat-Nya pada kita.

Gratitude is a powerful catalyst for happiness.
It’s the spark that lights a fire of joy in your soul.
- Amy Collette, The Gratitude Connection: embrace the positive power of thanks

Rizky, membagikan satu kiat untuk mengurangi dampak dari alasan kenapa kita sulit bersyukur. Kita akan melatih diri kita dengan Gratitude Journaling, sebuah tools untuk menyimpan & mengapresiasi banyak hal positif sehari-hari juga dalam hidup.

Siapin Apa Aja Nih?

Gratitude Journaling membutuhkan setidaknya tiga hal:

  1. Waktu luang, siapkan 10 - 15 menit sebelum tidur
  2. Wadah menulis, bisa sebuah jurnal, buku, atau bahkan selembar kertas
  3. Memulai, Ya, memulai! Mulai dari hal yang kecil dan berkembang seiring waktu

Dalam waktu yang telah ditentukan, kita tuliskan 1 - 2 hal yang kita rasa patut disyukuri.

Contoh yang saya:

Jumat, 18 Juni 2021 02.00.

  • "Hari ini saya bersyukur, bisa berangkat bekerja dan pulang tepat waktu. Mantap jaya, WFH."
  • "Pagi ini saya bertemu dengan Riri, cantik sekali. Siang & Malam juga masih ketemu. Alhamdulillah... Masih WFH"
  • "Alhamdulillah, gak kemana-mana, dijauhkan dari Covid, semoga tidak terkena hingga berakhirnya Pandemi"

Oh ya, saya bersyukur sekali akan semua itu. Kamu mungkin memiliki hal lain untuk disyukuri? Yuk, tuliskan di Gratitude Journal-mu!

Enjoy the little things in life because one day you`ll look back and realize they were the big things.
- Kurt Vonnegut Jr.