Cara Mencapai Banyak Impian Sekaligus
9 min read

Cara Mencapai Banyak Impian Sekaligus

Pada krisis usia 25 tahun, saya memiliki daftar panjang hal-hal yang ingin saya capai di usia 50. Saya bahkan menjabarkannya dalam bentuk tabel dan membaginya milestone per tahun yang ingin saya capai.
Cara Mencapai Banyak Impian Sekaligus

Setelah bertahun-tahun jalani rencana masa depan, saya menyadari bahwa cara saya salah. Banyak impian yang diinginkan tapi sedikit yang tercapai.

Nyatanya saya tidak sendiri. Cukup banyak keluhan yang sama hingga akhirnya ada seorang konten kreator yang mencoba memberikan solusi. Ia adalah Tjokro Wimantara atau yang lebih dikenal dengan nama Pak Win, orang dibalik @asahpolapikir. Ia memperkenalkan sebuah metode yang ia sebut dengan Multifocus, sebuah metode untuk mencapai banyak hal sekaligus.

https://samaita.com/wp-content/uploads/2021/04/Multifocus_Pak_Win_Cover.jpg
Cover Buku Multifocus by Pak Win, Capai Banyak Hal Sekaligus (dok. Multifocus by Pak Win)

Metode Multifocus

Adalah metode yang membantu kita mencapai banyak impian dimulai dengan mencatat dan merancang aktivitas. Dengan menentukan impian yang kuat dan merancang aktivitas yang tepat, sedikit demi sedikit kita dapat mencapai apa yang kita impikan.

Dalam buku Multifocus, Pak Win membahas bagaimana kita dapat merancang aktivitas yang tepat. Serta dibahas pula bagaimana kita dapat menjalaninya secara fokus serta konsisten setiap hari. Inilah rangkuman dari apa yang saya pahami dengan beberapa tambahan pemahaman saya sendiri.

Memperbaiki Pola Pikir

Sebelum mendalami metode Multifocus, Pak Win mengajak kita untuk memperbaiki pola pikir yang mungkin masih keliru.

Informasi adalah Emas

Satu informasi dapat merubah hidup seseorang secara drastis. Apa pun impian kita saat ini kemungkinan besar sudah dipikirkan, dicoba, dan diperoleh orang lain. Maka akan lebih mudah jika kita mencari tahu dari orang-orang yang telah mencapai apa yang kita impikan ketimbang harus mencobanya sendiri. Belajar langsung dari contoh lebih mudah ketimbang harus belajar dengan coba-coba tanpa tahu efektifitasnya.

Studi kasus, seorang bapak-bapak ingin turun berat badan menghilangkan buncitnya. Informasi yang dia ketahui hanya yang penting olahraga. Sudah berolahraga setiap hari, sit up rutin, tapi kok tidak ada penurunan berat badan? Ternyata dia masih mengkonsumsi junkfood, ngemil 2x sehari hingga sering kekenyangan.

Suatu ketika ia menonton salah satu channel Youtube soal diet. Barulah ia paham bahwa ia juga perlu menjaga pola makan, menghindari makanan tertentu, dan mengusahakan defisit kalori.

Namun, sebagaimana emas dalam tambang. Tidak ada artinya jika tidak ditambang dan dibawa pulang. Informasi sebanyak apapun tidak ada manfaatnya jika tidak dieksekusi.

Hidup Anda Terbatas

Waktu terus berlalu, tidak bisa diputar. Kita tidak bisa menjalani kembali apa yang sudah dilewatkan. Maka manfaatkanlah sebaik mungkin, cari cara yang efektif untuk mendapatkan informasi yang tepat. Lalu lakukan dengan baik.

Hidup kita adalah kombinasi dari pemikiran, perencanaan, dan pengambilan keputusan sepanjang hidup. Jika kita tidak berupaya dalam menambah informasi untuk dipikirkan, merancang rencana yang baik untuk dilakukan, maka kita akan  berakhir pada keputusan yang salah.

Jauhi Pola Pikir Berbahaya

Ketika mendapatkan informasi baru hindari 3 sindrom ini:

  • Sindrom Sudah Tahu Segalanya, atau Dunning Kruger Effect. Alih-alih menambah ilmu, kita malah mengira sudah cukup tahu dan abai dalam menambah pengetahuan.
  • Sindrom 1 Dimensi. Menilai segala sesuatu sesuai pengalaman atau kata orang walau tak selalu benar, misal berasumsi dari kata orang atau orang yang dia kenal saja.
  • Sindrom Senioritas, padahal usia tidak menjamin pengetahuan, pengalaman, ataupun kebijaksanaan. Tetaplah terbuka pada yang lebih muda.

Tajam di Beberapa atau Tumpul di Semua

Waktu yang terbatas membatasi apa saja impian yang kita dapat pilih, pertimbangkan dengan baik. Waktu kita mungkin tidak cukup untuk melakukan semua yang kita impikan. Lebih baik fokus pada beberapa impian utama ketimbang semua hal tapi tidak ada yang benar-benar tercapai.

Kita bisa coba menerapkan prinsip 25/5, dimana kita menuliskan 25 impian yang kita inginkan lalu hanya fokus pada 5 impian pertama yang kita tuliskan. Alih-alih membagi waktu untuk mengejar 25 impian, kita bisa fokus pada 5 impian terlebih dahulu. Karena jika yang 20 lainnya penting, seharusnya tidak kita pikirkan belakangan bukan?

Visualisasi

Ketika kita sudah mengetahui impian kita, maka sekarang adalah merinci detail-detail untuk memperjelas apa yang harus dilakukan untuk mencapai impian.

Kekuatan Visualisasi

Visualisasi impian akan membantu kita untuk merencanakan, menggali ide-ide, memikirkan cara untuk mencapainya. Dengan merinci hal-hal yang menjadi target suatu impian.

Salah satu perumpamaan, jika kita memesan ojek online. Aplikasi akan menanyakan kita mau kemana. Kita tidak bisa menjawab dengan kira-kira, harus presisi agar aplikasi dapat memberikan tarif yang harus kita bayarkan.

Sama dengan impian, kita tidak bisa hanya berangan ingin sukses tanpa ada definisi detail apa itu sukses. Begitu kita mampu merinci apa itu sukses bagi kita, kita dapat mengetahui biaya atau hal apa yang harus kita lakukan untuk menggapainya.

Visualisasi dalam Multifocus

Sekarang kita akan mencoba memecahkan impian ke dalam aktivitas rutin yang membuat kita semakin dekat pada impian. Dalam bukunya, Pak Win membagi impian ke dalam 7 aspek:

  1. Fisik, kesehatan dan penampilan
  2. Spiritual, agama dan keyakinan
  3. Pekerjaan, penghasilan dan jabatan
  4. Kemampuan, Keahlian yang memang kita ingin & butuhkan
  5. Kepemilikan, aset & liabilitas
  6. Relasi, orangtua, saudara, pasangan, anak, & teman
  7. Pengalaman, do for fun

Kombinasi dari seluruh aspek ini dipetakan dalam sebuah tabel seperti ini:

Tabel Multifocus 7 Aspek (dok. Multifocus by Pak Win)

Namun kita perlu memastikan beberapa hal:

  1. Impian harus benar-benar diinginkan, besar kecil tak jadi masalah. Manfaatkan beberapa waktu untuk menentukannya.
  2. Harus bisa dibayangkan dengan jelas dan kriteria yang detail
  3. Mulai secara lambat, 1 impian per aspek cukup dan tidak harus semua aspek dikejar. Ingat waktu terbatas, maka kejarlah apa yang benar-benar kita inginkan.
  4. Lupakan limitasi seperti keterbatasan fisik, pengetahuan, dan biaya. Kita akan coba mencari aktivitas rutin yang membuat batas hari ini tidak lagi menjadi masalah di suatu saat nanti.

Aktivitas

Setelah kita mengetahui apa yang ingin kita capai, kita membutuhkan langkah untuk mencapainya.

Hasil adalah Kumpulan Aktivitas

Kita adalah produk dari apa yang dulu kita lakukan. Diri kita saat ini adalah hasil dari aktivitas yang kita lakukan bertahun-tahun kebelakang. Sama halnya dengan kesuksesan seseorang, apa yang dia capai hari ini, adalah hasil dari aktivitas yang dia lakukan beberapa waktu kebelakang.

Jika kita tidak berbuat apa-apa di hari ini, mungkinkah kita akan mencapai impan kita di waktu yang akan datang? Mari kita tentukan apakah aktivitas yang kita lakoni selama ini membawa kita lebih dekat pada impian kita atau tidak.

Poin Penting Aktivitas

Untuk mencapai impian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam beraktivitas dengan Multifocus:

  1. Rutin dilakukan, baik harian, mingguan, atau pun bulanan.
  2. Aktivitas yang dipilih jelas, terukur, dan detail
  3. Tuliskan pada tabel multifokus kolom pemecahan aktivitas.

Belajar dari Kesalahan Orang Lain

Apapun impian kita, kemungkinan besar sudah ada orang yang memikirkan, mencoba, atau bahkan mencapainya. Gali informasi dari orang tersebut agar kita tak mengulangi kesalahan yang pernah dia lakukan.

Jika kita sudah tahu bahwa kita tidak perlu melakukan A atau B untuk mencapai impian kita, maka hematlah waktu, hindari hal tersebut. Kita dapat meniru apa yang orang lain telah lakukan untuk mencapai apa yang kita impikan, tanpa harus repot mencoba hal yang sama. Ingat, waktu terbatas!

Tapi tetap waras, hindari meniru mentah-mentah. Mark Zuckerberg dan Bill Gates tidak tuntas kuliah lantas kita memilih DO? Tidak waras.

Fokus pada Implementasi

Jika saat ini kita melihat impian kita sangatlah tinggi dan memerlukan pemecahan aktivitas yang cukup rumit, kita hanya perlu fokus pada kebutuhan minimal apa yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas. Ingat sloganTokopedia: #MulaiAjaDulu

Misal kita ingin menjadi seorang data science dan melihat bahwa apa yang dibutuhkan seorang data science begitu berat, maka kita cukup fokus pada langkah terkecil dan mulai dari sana. Belajar Python atau R misalnya, atau mempelajari SQL, itu pun sudah sangat bagus sebagai langkah awal.

Satu langkah kecil bagi kita, satu lompatan besar menuju impian.

Eksekusi

Kapan melakukan aktivitas yang sudah kita susun? Bagi yang telah berkeluarga atau sangat padat jadwalnya pastinya lebih sulit mencari waktu luang ketimbang yang masih lajang. Kita tidak selalu memerlukan waktu luang yang sangat panjang, cukup sedikit waktu untuk melakukan aktivitas rutin.

Golden Time

Adalah waktu yang tidak digunakan secara maksimal tanpa kita sadari. Misal waktu yang dihabiskan untuk perjalanan ke kantor atau waktu yang kita gunakan untuk menonton film sepulang kerja.

Jika kita bisa menemukan sedikit waktu saja dan digunakan dengan baik, sesedikit apapun akan sangat berpengaruh besar pada hidup kita dalam jangka panjang.

Pak Win membagikan tips bagi yang sudah bekerja:

  1. Ultra fokus, upayakan agar dapat memusatkan fokus pada sedikit waktu yang kita miliki, abaikan gangguan sebentar dengan metode bantuan untuk fokus seperti Pomodoro.
  2. Lihat dan tentukan batas waktu pekerjaan, kapan dimulai dan kapan diakhiri. Upayakan agar mengerjakan sesuatu dengan satuan waktu, bukan hasil. Ini membantu kita agar terhindar dari Parkinson's Law yang akan membuat kita menunda-nunda aktivitas.
  3. Hindari rapat kerja yang sia-sia, setiap waktu yang anda miliki untuk menyelesaikan pekerjaan lebih awal, harus dimaksimalkan.

Pak Win membagikan tabel kedua dalam Multifocus, yakni Tabel Golden Time, yang isinya memetakan aktivitas kita selama 1 bulan:

https://samaita.com/wp-content/uploads/2021/05/Golden-Time-Multifocus-Pak-Win.jpg
Contoh tabel Golden Time (dok. Multifocus by Pak Win)

Beberapa catatan penting pada Tabel Golden Time

  1. Kolom Rutin Harian, berisi aktivitas yang akan kita lakukan setiap harinya pada waktu yang telah kita tentukan.
  2. Kolom Rutin Non Harian & Non Rutin, aktivitas yang akan dilakukan dalam rentang 1 bulan, semakin cepat selesai semakin baik.
  3. Kolom Lakukan & Larangan, batasan yang perlu diingat setiap bulannya.

Pak Win menempatkan beberapa aktivitas wajib pada Tabel Golden Time:

  1. Memulai hari dengan bersyukur. Minimal bersyukurlah bahwa hari ini masih diberi kesempatan untuk hidup.
  2. Atur pikiran, dengan melihat kembali table Golden Time. Ingat kembali strong why, kenapa hal yang sudah kita rencanakan harus dilakukan segera. Dan tanamkan "mantra", bahwa hari ini kita akan melakukan yang terbaik!
  3. Malam hari diakhiri dengan Menentukan 3 Hal Terpenting yang besok akan dilakukan, tujuannya agar keesokan harinya dapat langsung memulai hari tanpa harus memikirkan: hari ini mau ngapain ya?
  4. Refleksi Karakter & Peran, tujuannya adalah review sejenak apakah interaksi hari ini antara kita dan orang lain berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Satu tip untuk selalu menjaga baik hubungan saat berinteraksi adalah dengan mengingat 1 hal positif yang pernah dilakukan oleh orang yang sedang kita ajak berinteraksi.
  5. Visualisasi Malam Hari, setiap malam, bayangkan kembali apa yang ingin anda capai. Apa yang telah anda tuliskan pada Multifocus. Hal ini akan membantu otak untuk berpikir ulang langkah-langkah yang kita butuhkan untuk mencapainya.

Seluruh komponen dan kolom pada tabel Golden Time dirancang agar kita dapat memetakan aktivitas harian rutin kita untuk mengarah pada impian yang ingin kita capai.

Memulai

Langkah tersulit dari menjalani Multifocus adalah bagaimana kita dapat memulai rutinitas baru dan konsisten sesuai dengan telah direncanakan. Tak jarang, ketika waktunya tiba, rasa malas justru menghalangi hingga kita malah menunda apa yang harusnya kita lakukan. Pak Win memberikan beberapa tips untuk itu:

Kuasai 5 Detik, Ciptakan Kondisi

Lakukan apa yang harus dilakukan saat ini juga, sebelum pikiran malas menguasai. Asumsikanlah bahwa kita hanya punya 5 detik untuk mengambil keputusan, lakukan atau tidak.

Agar lebih mudah mengalahkan rasa malas, ciptakanlah kondisi yang memudahkan kita untuk melakukan aktivitas yang telah direncanakan. Misal, jika di pagi hari kita ingin berlari sebagai olahraga. Maka siapkan sepatu serta semua yang membuat kita nyaman dalam berolahraga sebelum tidur. Sehingga saat bangun, yang kita butuhkan hanya keinginan melakukannya

Kuasai 1 Periode Multifokus

Sekurang-kurangnya, lakukan multifocus secara konsisten selama 1 bulan. Bulan pertama akan terasa berat, namun jika terbiasa untuk melakukannya, insya Allah akan lebih mudah di bulan-bulan berikutnya.

Hindari Kejenuhan

Rutinitas yang serupa bisa jadi membuat malas. Pak Win menyarankan untuk merubah urutan aktivitas jika memungkinkan. Atau membuat variasi aktivitas itu, misal untuk olahraga pagi, mengambil rute yang berbeda setiap hari.

Gali, Pecah, Eksekusi, Pantau

Lakukan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa apa yang kita lakukan sudah tepat untuk mencapai visualisasi diri. Apa yang kurang? apa yang belum sesuai? Bagaimana agar aktivitas ini dapat berjalan lebih menyenangkan? Kesalahan dan kekalahan adalah sumber informasi terbaik yang membantu kita terhindar dari mengulanginya. Yang terpenting adalah jangan terlalu cepat berputus asa, tetaplah mencoba!

Dorongan Dalam Diri

Melakukan rutinitas baru memerlukan kegigihan, galilah alasan apa yang membuat kita ingin melakukan aktivitas rutin itu. Segala sesuatu butuh STRONG WHY! Dua hal yang bisa kita cek kembali:

  1. Alasan Pribadi, pengalaman atau kejadian apa yang membuat kita ingin mencapai impian kita?
  2. Identitas Diri, apa peran kita di masyarakat hingga kita ingin mencapai impian kita? Bisa yang sudah kita capai seperti pekerjaan atau peran ideal yang ingin kita capai seperti jadi ingin Menteri.

Pedoman

Demi mendukung Multifokus, Pak Win menambahkan beberapa tips:

Kuasai Apa Yang Bisa Mempengaruhi Kita

Dua hal yang harus kita jaga:

  1. Teman terdekat, siapa kita sebagian besar dipengaruhi dari siapa yang menjadi teman kita. Berteman dengan siapa saja itu baik, tapi lebih baik untuk selektif dalam memilih teman terdekat.
  2. Asupan informasi, apa yang kita lihat, dengar, dan pahami setiap hari berpengaruh besar pada pola pikir kita. Memiliki pengetahuan yang luas itu juga baik, tapi lebih baik untuk memiliki pengetahuan yang bermanfaat.

Maka jagalah keduanya, jangan sampai dua hal yang seharusnya mempermudah kita mencapai impian justru menjadi beban penghambat.

Fokus dan Hindari Noise

Perubahan tidak terjadi saat kita mengisi tabel, tapi akan terasa ketika kita berhasil fokus dan menyelesaikan multifokus secara rutin. Seluruh kegiatan yang tidak mendukung multifokus kita, impian kita, adalah noise yang harus kita waspadai. Jika memungkinkan, tinggalkanlah. Jika tidak, kurangilah.

Frekuensi B Positif

Lawan kesombongan hati yang suka merendahkan atau meremehkan. Biasakan untuk mengapresiasi dan memuji. Sesuatu yang kita ucap atau pikirkan dengan emosi yang kuat punya pengaruh besar untuk berbalik kepada kita baik positif atau negatif. Kita adalah apa yang kita pikirkan, jika berpikir tidak bisa, maka tidak akan pernah bisa!

Konsisten Beramal

Yakinlah bahwa kehendak Allah adalah kunci. Maka biasakan untuk beramal baik, penuhi kewajiban sebagai hamba Allah, bersedekahlah, sesungguhnya semua itu adalah perdagangan dengan Allah. Sebuah perdagangan yang tidak akan merugi. Sebagaimana Allah janjikan dalam Q.S. Fathir: 30.

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ. لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Sesungguhnya, orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (al-Qur’an), mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dengan diam-diam maupun terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 30).

Hadapi Tantangan Pencapaian

Tetaplah rendah hati untuk memperbaiki diri dan berlatih tanpa kenal kata berhenti. Insya Allah dengan rencana yang baik, perkembangan diri yang konsisten, serta izin Allah, kita akan dapat mencapai apa yang kita impikan!

Referensi & Atribusi

Multifocus by Pak Win(Tjokro Wimantara, CFA). Google Books