4 Tips Mencari Ide untuk SaaS
2 min read

4 Tips Mencari Ide untuk SaaS

Melihat geliat bisnis Software as a Service(SaaS), saya pun terpikir untuk membangunnya. Namun, meskipun telah memikirkannya beberapa waktu, saya belum juga menemukan ide yang tepat untuk SaaS. Ternyata begini caranya.
4 Tips Mencari Ide untuk SaaS

Terpikir untuk membangun AI untuk deteksi spam, API untuk dapatkan harga emas saat ini, atau aplikasi IoT surveillance. Tapi selalu berhenti ketika memikirkan model bisnisnya alias bagaimana cara cuannya.

Enaknya bikin bisnis apa ya? Yang modal dikit, gampang, untung cepet, dan banyak
– Entrepreneur-wannabe

Dalam pencarian ide, saya menemukan satu channel Youtube yang khusus membahas untuk memulai bisnis SaaS, TK Kader.

TK Kader
Hi, I’m TK. I’m an entrepreneur, business builder, life and business strategist, and founder behind the SaaS Go-To-Market Program. I believe that you can achieve anything through belief, discipline, and an unstoppable strategy. At my last startup as a solo founder (ToutApp), I raised over $20m in …

Ada beberapa tips yang saya rangkum setelah menonton beberapa videonya:

Tanyakan Dirimu Sendiri

Setidaknya ada tiga pertanyaan yang harus dijawab oleh diri kita:

  1. Apa keahlian atau pengetahuan yang sudah kita ketahui atau latih sebanyak 10.000 jam? – Tujuannya memastikan kalau kita punya keahlian
  2. Bidang apa yang mau kita kerjakan setidaknya selama 10 tahun ke depan? – Tujuannya meyakinkan diri akan berkomitmen jangka panjang
  3. Berapa banyak uang yang mau kamu hasilkan dari bisnis itu? – Tujuannya untuk memilih skala SaaS. Tidak perlu membangun Whatsapp kalau hanya ingin cuan 100 juta per bulan.

Tentukan Targetnya

Dalam setiap perusahaan, setidaknya 1 dari 5 divisi yang ada di bawah ini ada. Fokus dan pilih salah satu sebagai pelanggan.

  1. Research & Development
  2. Marketing
  3. Human Resource
  4. Sales
  5. Success & Support

Kita bisa kejar divisi yang punya budget terbesar seperti Sales & Marketing. Atau bisa pilih divisi yang kita sudah ketahui. Misal saya sebagai seorang Software Engineer, bisa saja memilih divisi R&D sebagai target.

Dari target ini, kita mencari masalah apa mereka alami dan bisa diselesaikan dengan SaaS.

Golden Rule

Semua SaaS dapat dikategorikan kedalam 3 tipe:

  1. System of Record, dimana pengguna SaaS menyimpan data atau catatan dari segala hal, contohnya Salesforce, CRM, Marketing Automation, Chat App, Instagram, Tiktok, Youtube.
  2. System of Engagement, dimana pengguna SaaS berinteraksi dengan penggunanya, contohnya Helper to Follow up, Phone Call untuk departement Sales, Google Ads, Facebook Ads, Blast Email.
  3. System of Decision, dimana pengguna SaaS menggunakannya untuk membuat keputusan, contohnya Ops Tool, Analytics Tool.

Dari sini kita bisa tentukan, sistem apa yang akan kita buat? Sebagai catatan, System of Record adalah yang paling sulit untuk dilakukan apalagi seorang diri.

Tentukan Pasarnya

Selain target divisi kita wajib tentukan pasarnya, baik niche & skalanya. Tentukan apakah targetmu ada di level Enterprise, Mid Market, SMB, UKM, Solopreneur).

SaaS dengan target pasar berbeda dapat dicontohkan seperti analogi:

  1. Global – Mall – Salesforce
  2. Region – Franchise – Hootsuite
  3. Local – Toko dengan dagangan yang spesifik – Kirim.Email

SaaS dengan target lokal akan lebih mudah bersaing karena lebih akrab dengan target & pasarnya, serta spesifik. Saya mengambil contoh Kirim.Email karena SaaS ini memenuhi kebutuhan divisi marketing & sales dengan pasar lokal.

Referensi

TK Kader, SaaS Ideas You'll Want to Steal for 2021

TK Kader, Generating Business Ideas the Right Way

TK Kader, 3 Types of Micro SaaS Ideas (And How to Know If You're Going After the Right Market)